Pada Perkuliahan Kali ini Senin, 4 Januari 2021 akan mereview Project akhir yang akan dinilai pada akhir januari 2021
Klik dibawah ini untuk melaporkan progres Project Akhir dan
mengisi Absensi Senin, 4 Januari 2021
Semoga ada setetes ilmu yang bermanfaat
Pada Perkuliahan Kali ini Senin, 4 Januari 2021 akan mereview Project akhir yang akan dinilai pada akhir januari 2021
Klik dibawah ini untuk melaporkan progres Project Akhir dan
mengisi Absensi Senin, 4 Januari 2021
pada hari ini Senin, 4 Januari 2020 Kita akan membahas materi tentang Pemeliharaan Perangkat Lunak
Pemeliharaan Perangkat Lunak
Mengapa Pemeliharaan Perlu di Lakukan ?
Pemeliharaan mesti dilakukan untuk memastikan bahwa perangkat lunak terus memenuhi persyaratan yang diinginkan oleh pengguna. Pemeliharaan berlaku untuk semua perangkat lunak yang dikembangkan menggunakan model siklus hidup perangkat lunak apa pun. Produk perangkat lunak mengalami perubahan karena tindakan perangkat lunak korektif dan nonkorektif termasuk adanya dinamika dalam teknologi dan organisasi.
Pemeliharaan secara terus menerus dilakukan untuk hal-hal berikut ini:
Definisi Pemeliharaan Software
Pemeliharaan Software adalah proses umum pengubahan/pengembangan perangkat lunak setelah diserahkan ke konsumen. Perubahan mungkin berupa perubahan sederhana untuk membetulkan error koding atau perubahan yg lebih ekstensif untuk membetulkan error perancangan/perbaikan signifikan untuk membetulkan error spesifikasi/akomodasi persyaratan baru.
Lingkup Pemeliharaan
Aktifitas pemeliharaan antara lain :
Aktifitas Penambahan perbaikan produk perangkat lunak :
Adaptasi produk dengan lingkungan operasional yang baru:
Pembetulan permasalahan yang timbul :
pembenaran kesalahan yang timbul setelah produk perangkat lunak dipergunakan oleh user Biasanya 70 % dari seluruh biaya pengembangan adalah untuk pemeliharaan. Dari seluruh biaya pemeliharaan, 60 % digunakan untuk anggaran penambahan atau perbaikan perangkat lunak, sisanya untuk adaptasi atau pembentulan.
Jenis Pemeliharaan Perangkat lunak
Pemeliharaan perangkat lunak dibedakan :
1. Corrective Maintenance
Pemeliharaan ini untuk merespon terjadinya kesalahan-kesalahan saat produk dioperasikan baik berupa bug atupun berupa output yang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna.
2. Adaptive Maintenance
Pemeliharaan ini untuk merespon perubahan yang terjadi pada lingkungan yang mempengaruhi perangkat lunak tersebut (seperti perangkat keras, sistem operasi, prosedur bisnis, kebijakan, dll).
3. Perfective maintenance
Pemeliharaan ini untuk merespon permintaan tambahan berupa fungsi-fungsi baru yang muncul setelah pengguna melakukan uji coba perangkat lunak tersebut.
4. Preventif maintenance
Pemeliharaan ini dilakuan untuk melakukan reengineering terhadap perangkat lunak agar lebih mudah diperbaiki, memiliki tingkat adaptasi yang tinggi dan mudah mengakomodasi munculnya kebutuhan baru.
Karakteristik perangkat lunak yang mudah dalam pemeliharaan :
• Perangkat lunak dikerjakan per modul
• Perangkat lunak mempunyai kejelasan
• Dokumentasi internal yang baik dan jelas
• Dilengkapi dokumen-dokumen pendukung lainnya
Pemeliharaan juga mempengaruhi dokumen pendukung seperti :
• dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak
• dokumen rancangan
• dokumen rencana pengujian
• prinsip pengoperasian
• petunjuk pemakaian
Manfaat pemeliharaan perangkat lunak
• Memastikan kesesuaian dengan kebutuhan fungsionalitas teknis software.
• Memastikan kesesuaian kebutuhan pihak manajerial mengenai jadwal dan budget.
• Dapat meningkatkan efisiensi software berikut juga aktifitas pemeliharaannya.
Siklus Hidup Pemeliharaan Sistem (SMLC)
Tahapan SMLC :
Memahami Permintaan Pemeliharaan
· Mentransformasi permintaan pemeliharaan menjadi pengubahan
· Menspesifikasi perubahan
· Mengembangkan perubahan
· Menguji perubahan
· Melatih pengguna dan melakukan test penerimaan
· Pengkonversian dan meluncurkan operasi
· Mengupdate Dokumen
· Melakukan pemeriksaan Pasca implementasi
Maintainability (Kemampuan pemeliharaan sistem)
Prosedur untuk peningkatan maintainability :
Tiga pendekatan untuk menyusun Pemeliharaan sistem :
Ada 5 CASE Tools yang membantu pemeliharaan sistem dari sistem lama dan membantu memecahkan kemacetan timbunan sistem baru yang belum dikerjakan :
a. Rekayasa Maju (Forward engineering)
b. Rekayasa Mundur (Reverse engineering)
c. Rekayasa Ulang (Reengineering)
d. Restrukturisasi (restrukturing)
e. Sistem Pakar Pemeliharaan (Maintenance expert system)
Mengelola Pemeliharaan Sistem
Dalam mengelola pemeliharaan sistem baik itu rekayasa maju, mundue, ulang dan restrukturisasi terdapat beberapa tahapan yang harus diperhatikan. Tahapan pengelolaan terhadap pemeliharaan sistem (perangkat lunak), meliputi:
a. Menetapkan Kegiatan Pemeliharaan Sistem
b. Mengawali dan merekam kegiatan pemeliharaan sistem tidak terjadwal (Form Maintenance Work Order : Pekerjaan yang diperlukan/dilakukan, waktu yang diperkirakan dibandingkan dengan waktu yang sebenarnya, kode pemeliharaan, biaya pemeliharaan)
c. Menggunakan sistem perangkat lunak helpdesk
d. Mengevaluasi aktivitas pemeliharaan sistem
e. Mengoptimalkan program pemeliharaan sistem
Sedangkan Resiko CMS yang harus dihindari, antara lain:
a. Kekurangan inventaris program perangkat lunak yang akurat dan sumber-sumber sistem informasi lainnya.
b. Ketidak lengkapan sejarah perubahan program
c. Modul-modul program perangkat lunak terduplikasi
d. Perubahan program perangkat lunak yang tidak sah
e. Kekurangan dokumentasi yang jelas, komprehensif dan terbaru
f. Rendahnya kualitas dan reabilitas perangkat lunak
Klik dibawah ini untuk mengisi absensi
perkuliahan hari ini
Senin, 4 Januari 2021
Senin, 28 Desember 2020
Klik (E-ABSENSI) dibawah ini untuk mengisi Absen dan Review Materi "PERANGKAT LUNAK ANALISIS DAN TOOL DESAIN"
Pada praktikum kali ini Senin, 28 Desember 2020 akan membahas kelanjutan materi dari Views and ViewGrup :
Setelah melakukan praktik hasilnya bisa di save dalam format *APK dan diinstal kedalam HP masing-masing.
Silahkan Klik dibawah ini untuk upload hasil Praktek Ahad, 27 Desember 2020
Assalamualaikum..
Anak-anak / siswa dan siswi SMK NU Al Hidayah yang saya saya ngi dan saya banggakan.
pada hari ini : Rabu, 18 November 2020 saya memberikan tuga untuk mengerjakan soal-soal dibawah ini.
Assalamualaikum..Wr.Wb.
Anak-anak / siswa dan siswi SMK NU Al Hidayah yang saya saya ngi dan saya banggakan.
pada hari ini : Rabu, 18 November 2020 saya memberikan tuga untuk mengerjakan soal-soal dibawah ini.
Selamat pagi para bloger sejati, terkhusus siswa dan siswi semua, kali ini kita akan belajar tentang bandwidth. yuk kita kepoin...
Mengatur bandwidth itu mudah, bukan cuma membatasi speed dan user (pengguna), kamu juga bisa mengelola berdasarkan jam di waktu-waktu tertentu. Saya mau sharing pengalaman yang mungkin bisa bermanfaat untuk sebagian diantara kamu. Sekarang ini banyak temen-temen saya yang usahanya alhamdulillah berkembang, punya komunitas, punya small home office, dan semacamnya. Barangkali ada diantara kamu yang mumet gimana caranya membagi bandwidth ke semua orang supaya koneksi internet tetap lancar dan stabil.
Masalah Umum Terkait Bandwidth
Dulu Sintesa start dengan 9 orang santri. Kalau masing-masing santri pakai 2 devices (1 laptop dan 1 HP), berarti ada 18 devices yang terkoneksi. Kondisi ini masih bisa dihandle pakai modem bawaannya Telkom. Juga masih memungkinkan untuk dikasih instruksi “Dilarang download selain untuk kebutuhan belajar bersama”. Tapi, masalah mulai muncul ketika jumlah santri udah lebih dari 30 orang, minimal ada 60 devices yang butuh koneksi. Beberapa problems yang cukup bikin cenut-cenut diantaranya:
-Koneksi jadi ngga stabil.
-Udah ngga bisa kasih peraturan dilarang download. Users sebanyak itu ada aja yang nakal.
-Speed 100Mbps jadi seperti sia-sia.
-Kontrol aktivitas ngga bisa dilakukan. Pernah ketahuan ada santri yang suka nonton porno, sedih.
-Dll
Meski udah pasang 100Mbps, tetep aja berhadapan dengan banyak problems yang cukup menghambat aktifitas. Bayar internet mahal dengan harapan bisa maksimal, tapi ekspektasi masih jauh dari realiti. Emang harus dikontrol dari akarnya. Mendadak saya jadi curious gimana cara kampus mengelola bandwidth mereka, gimana hotel, tempat publik, sekolah, perusahaan, dll. Pasti ada rahasianya, dan saya pengen bisa begitu juga. Setelah searching, banyak orang yang pakai Mikrotik untuk mengatur, membatasi, dan mengelola bandwidth. Akhirnya beli Mikrotik, ngikut apa kata banyak orang, meski agak bingung karena varian produknya banyak banget. Dan ujungnya, alat ini ngga terpakai maksimal, karena ngga friendly untuk amatir (seperti saya).
Meski ada aja santri yang pengalaman di instalasi jaringan, saya mikirnya ngga pendek begitu. Mikir buat ke depannya biar ngga bergantung terus sama yang paham. Jadi kalau ada apa-apa bisa dihandle sama orang yang amatiran seperti saya atau staf guru lainnya.
Belajar Setting Bandwidth
Produk yang saya beli adalah Unifi AP-LR. Tanpa ba-bi-bu langsung coba setup sesuai petunjuk yang ada di buku manual, gagal. Coba nonton YouTube, bingung. Tapi ya tetep saya searching buat nambah wawasan tentang Unifi ini. Beberapa hari kemudian saya baru ngerti bahwa Unifi ini ngga seperti Access Point pada umumnya. Dia lebih smart, jadi setupnya juga butuh beberapa steps. Dia butuh server di salah satu komputer yang disebut Unifi Controller. Belajar saya berhenti karena waktu itu lagi banyak urusan, akhirnya Unifi ini nganggur, numpuk di barang-barang yang jarang dipakai. Sampai beberapa bulan setelahnya, Sintesa mau ada hajat acara yang lumayan banyak peserta. Momen itu yang akhirnya memaksa saya pelajari lagi gimana cara setup Unifi. Alhamdulillah akhirnya berhasil. Meski waktu itu yang dipakai cuma kemampuan basicnya; memancarkan sinyal Wifi. Saat pertama kali saya coba, ada satu yang bikin saya wow banget; Unifi bisa handle koneksi untuk 50 devices sekaligus dan stabil! Ajaib banget sih buat saya. Seenggaknya saya merasa selangkah lebih maju dari sebelumnya. Di iklannya memang ada tulisan up to 100 clients, tapi saya sendiri antara yakin dan ngga yakin baca keterangan itu. Semakin amazing lagi setelah coba dites bisa sampai 80 lebih devices terkoneksi dan tetap stabil.
Selamat Pagi anak-anak, pada pembahasan kali ini kita akan belajar tentang Bandwith
Apa Itu Bandwidth Internet?
Bandwidth adalah kapasitas yang dapat digunakan pada kabel ethernet agar dapat dilewati trafik paket data dengan maksimal tertentu. Pengertian lain dari bandwidth internet adalah jumlah konsumsi transfer data yang dihitung dalam satuan waktu bit per second (bps).
Jadi bandwidth internet merupakan kapasitas maksimal jalur komunikasi untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan data dalam hitungan detik.
Terdapat juga istilah Bandwith Analog. Bandwidth Analog adalah perbedaan antara frekuensi paling rendah dan frekuensi paling tinggi pada suatu rentang frekuensi yang dapat diukur dengan satuan Hertz (Hz) untuk mengetahui data atau informasi yang dapat ditransmisikan pada suatu waktu.
Bandwidth sering dianalogikan dengan lebar jalan raya. Sedangkan data yang masuk melewati bandwidth diibaratkan kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Semakin sedikit kendaraan yang lewat maka lalu lintas akan semakin lancar. Kebalikannya, jika kendaraan yang lewat banyak maka lalu lintas di jalan tersebut akan tersendat sehingga akan mempengaruhi aktivitas kendaraan lain.
Semakin besar jalan (bandwidth) maka akan semakin banyak pula kendaraan yang dapat melaluinya. Maka tidak salah jika bandwidth menjadi pertimbangan pengguna jaringan internet. Dikarenakan semakin besar bandwidth maka semakin cepat pertukaran data yang terjadi dan semakin banyak data yang dapat melaluinya dalam satu waktu.
Fungsi Bandwidth
Jika dibagi kembali ada beberapa fungsi yang berhubungan dengan bandwidth berdasarkan perannya dalam jaringan internet. Apa itu fungsi bandwidth? Berikut ini adalah beberapa fungsi bandwidth yang dibagi berdasarkan penggunaannya.
1. Ukuran Media Pengiriman Data
Fungsi bandwidth yang pertama adalah sebagai ukuran media atau jalur pengiriman data yang dimiliki oleh suatu komputer atau jaringan tertentu. Fungsi ini hampir berlaku di semua tempat yang memiliki jaringan komputer.
Bandwidth sangat berguna apalagi jika berhubungan dengan distribusi jaringan. Ukuran bandwidth umumnya digunakan sebagai patokan pengguna untuk memilih provider atau penyedia layanan yang berhubungan dengan koneksi internet. Semakin besar bandwidth yang ditawarkan, maka terlihat semakin baik pula layanan yang diberikan.
2. Membagi Kecepatan Transfer Data
Fungsi lain bandwidth adalah sebagai pembagi kecepatan transfer data. Sehingga kecepatan yang dimiliki dapat didistribusikan secara adil ke seluruh pengguna. Pembagian ini juga untuk membatasi agar antar pengguna tidak saling berebut bandwidth.
Jika tidak dibagi maka bisa jadi seluruh bandwidth yang dialokasikan ke jaringan tersebut hanya dipakai oleh satu pengguna saja dan pengguna lain tidak mendapatkan. Misalnya pada saat mengunduh file dari internet yang sangat besar.
Pada saat melakukan proses mengunduh maka akan terjadi permintaan data yang cukup besar dan tentu saja itu akan membanjiri bandwidth pada jaringan. Jika tidak dibatasi, maka koneksi pengguna lain akan lambat atau bahkan tidak dapat terkoneksi sama sekali. Apalagi yang melakukan pengunduhan menggunakan ‘download manager’ tertentu.
3. Mengatur Besar Data yang Ditransfer
Administrator jaringan terkadang melakukan pembatasan besar data yang dapat diakses atau diunduh dari internet. Hal ini bertujuan untuk mengurangi trafik yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Trafik yang tinggi dalam jangka waktu yang lama juga dapat mengganggu stabilitas jaringan karena mempengaruhi kapasitas bandwidth yang tersedia.
Itulah fungsi-fungsi bandwidth yang sedikit banyak bisa memberikan gambaran umum untuk memahami bandwidth. Meskipun sebenarnya bandwidth adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan kapasitas besarnya kabel ethernet atau besarnya jaringan.
Contoh Bandwidth Pada Komputer
Yang dimaksud bandwidth dalam jaringan komputer adalah kecepatan suatu jaringan melakukan transfer data yang dihitung per detik. Pengukuran kecepatan dalam bits per second. Sebagai contoh apabila kita menggunakan koneksi Local Area Network (LAN), maka kecepatan transfer datanya mencapai 100 mbps. Semakin besar bandwidth sebuah jaringan semakin cepat pula data yang ditransfer.
Bandwidth pada komputer memiliki 2 jenis yaitu:
1. Badwidth Digital
Satuan hitung dari data yang ditransfer dalam bit per second dalam sebuah jaringan yang dapat dikirimkan melalui suatu saluran komunikasi tanpa hambatan. Bandwidth ini mengirimkan informasi secara digital, baik melalui saluran kabel atau tanpa menggunakan kabel (nirkabel).
2. Bandwidth Analog
Fungsinya sama seperti bandwidth digital, yang membedakan adalah satuan hitungnya menggunakan Hertz.
Selamat pagi anak-anak, pada materi kali ini akan membahas tentang arsitektur firewall.
Firewall merupakan suatu teknik yang diterapkan baik terhadap hardware, software maupun sistem dengan tujuan untuk melindungi, menyaring, membatasi dan menolak atau blocking suatu segmen jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan hak aksesnya. Segmen jaringan tersebut yaitu Workstation, Server, Router. Sehingga semua trafik akan tercatat dan terkendali dalam data logging. Untuk jenis-jenis serangan bisa di baca pada artikel ini. Kemudian apa tujuan dari adanya firewall dalam suatu jaringan?
Tujuan dari firewall
1. Digunakan untuk mencegah dan mengendalikan aliran data tertentu sehingga setiap paket yang masuk atau keluar akan diperiksa oleh sistem, apakah paket tersebut cocok atau tidak dengan kriteria pada standar keamanan yang didefinisikan dalam firewall.
2. Untuk melindungi sistem dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya. Untuk ilustrasinya dapat dilihat pada gambar dibawah ini
Selamat pagi anak-anak, dimasa pandemi seperti saat ini, kita harus tetap semangat belajar.
pada materi kali ini Sabtu, 8 Agustus 2020 kita akan mencoba memahami konsep firewall.