Assalamualaikum...
pada pembahasan materi kali ini adalah masih tentang bandwidth.
materi ini mulai 14 Februari - 23 Februari 2021
Semoga ada setetes ilmu yang bermanfaat
Assalamualaikum...
pada pembahasan materi kali ini adalah masih tentang bandwidth.
materi ini mulai 14 Februari - 23 Februari 2021
Jawablah Pertanyaan Berikut ini dengan Benar !
masa aktif soal ini mulai 27 januari sampai dengan 11 Februari 2021
klik gambar dibawah ini untuk mulai mengerjakan
Assalamualaikum.... pada materi kali ini akan membahas tentang 10 Jenis Linux, materi ini untuk 1 minggu kedepan sampai dari tanggal 20 Januari 2021 sampai 26 Januari 2021
1. Ubuntu

Distro Linux pertama yang patut kamu coba adalah Ubuntu. Ubuntu merupakan salah satu distro Linux yang cukup populer dan sangat cocok bagi kamu yang baru pertama kali menggunakan Linux. Ya, seperti moto dari Ubuntu yaitu “Linux for human beings” atau dalam bahasa Indonesia “Linux untuk manusia”, maksudnya Ubuntu dikembangkan agar Linux dapat berguna bagi semua orang secara universal dalam artian untuk merubah stereotip umum bahwa Linux susah untuk digunakan oleh orang awam.
Distro Linux Ubuntu patut kamu coba, karena selain Ubuntu sangat populer, Ubuntu juga memiliki dukungan komunitas yang besar. Jadi ketika kamu mengalami kendala atau kesulitan saat menggunakan Ubuntu kamu bisa mencari solusi penanganannya dengan mudah. Sampai artikel ini ditulis Ubuntu telah dirilis sampai versi 20.04 LTS. Ketika kamu menggunakan Ubuntu kamu tidak perlu takut kehilangan dukungan, karena Ubuntu menjamin penggunanya akan mendapat pembaruan keamanan dan pemeliharaan.

Manjaro merupakan distro Linux yang berbasis dari Arch Linux. Belakangan ini kepopuleran Manjaro semakin menanjak. Bukan tanpa alasan Manjaro semakin banyak digandrungi oleh sebagian orang, selain karena Manjaro menawarkan keunggulan dari Arch Linux yang dijadikan basisnya. Manjaro juga mempunyai kemudahan seperti pemakaian yang simpel, sederhana, elegan dan tetap powerful.
Hal yang menarik dari distro Linux Manjaro ini adalah Manjaro menyediakan fitur lengkap dengan berbagai pilihan arsitektur, desktop environment, dan jenis build-nya. Dari hal tersebut Manjaro memang dikembangkan untuk berbagai kalangan pengguna, baik itu pemula, pendidikan, programmer maupun profesional. Salah satu faktor kepopuleran Manjaro adalah berkat banyaknya varian desktop environment yang bisa digunakan.

Linux Mint merupakan salah satu distro yang tak kalah populer dari Ubuntu, distro ini pun banyak digemari oleh komunitas Linux. Linux Mint dibangun diatas basis Ubuntu, oleh karena itu Linux Mint dapat menjalankan aplikasi yang ada pada Ubuntu. Sama seperti Ubuntu, Linux Mint pun cocok bagi kamu yang baru memulai menggunakan Linux, karena selain user interface yang mudah dan sederhana Linux Mint juga memiliki efek transisi yang cukup smooth.
Distro Linux Mint memiliki berbagai varian desktop environment meliputi Cinnamon, MATE, XFCE, KDE ditambah ada varian Linux Mint yang berbasis Debian. Untuk penggunaan sehari-hari Linux Mint sangat nyaman untuk digunakan, aplikasi yang bisa digunakan pun cukup melimpah ruah berkat basisnya dari Ubuntu.

Jika kamu tertarik untuk memulai belajar hacking dan penetrasi, maka distro Linux berikut ini boleh kamu coba. Kali Linux merupakan distro berbasis Debian yang dikembangkan oleh Offensive Security. Tujuan dari dikembangkannya Kali Linux adalah untuk memenuhi kebutuhan penetrasi dan pengujian maupun peretasan pada sistem keamanan komputer. Kali Linux juga menyediakan berbagai desktop environment seperti XFCE, KDE maupun LXDE.
Di dalam Kali Linux juga telah tersedia berbagai tools atau aplikasi yang berguna dalam melakukan ethical hacking atau penetrasi dan testing. Tools dan aplikasi yang disediakan pun selalu dalam keadaan terbaru karena menerapkan model rolling release. Komunitas dari Kali Linux pun banyak yang membuat tools atau aplikasi yang bisa kamu gunakan saat melakukan penetrasi ataupun testing keamanan.

Apabila kamu ingin mencoba Linux dengan rasa Windows, kamu bisa mencoba menggunakan distro Linux Zorin OS. Zorin OS dikembangkan dari basis Ubuntu dengan mengedepankan tampilan antarmuka yang mirip dengan Windows. Hal ini cocok bagi kamu, jika baru memulai menggunakan Linux, karena saat migrasi dari Windows ke Linux kamu akan merasa familiar dengan tampilannya.

Distro Linux berikutnya yang bisa kamu coba adalah openSUSE. openSUSE bisa jadi pilihan kamu sebagai system administrator, pengembang ataupun pengguna desktop. openSUSE terbagi menjadi dua varian distribusi yaitu Tumbleweed dan Leap. Jika kamu ingin selalu mendapatkan pembaruan maka varian openSUSE Tumbleweed adalah pilihannya. Sedangkan jika kamu ingin mendapatkan pembaruan pada rentang periode tertentu maka openSUSE Leap bisa kamu pilih.

Fedora pertama kali dirilis pada tanggal 6 November 2003 sampai dengan artikel ini ditulis Fedora telah sampai pada versi 32. Fedora dikembangkan oleh Red Hat dengan manajemen paket menggunakan RPM dan YUM. Fedora tidak terlalu memperhatikan pembaruan apabila hanya memperbaiki hal yang tidak begitu penting, para pengembang Fedora lebih mengutamakan pembaruan yang signifikan saat melakukan pembaruan.

Sama seperti halnya distro Kali Linux, distro Parrot OS juga dikembangkan untuk tujuan penetrasi, testing maupun forensik sistem keamanan. Parrot OS juga menggunakan basis dari Debian sama seperti Kali Linux. Parrot OS dikembangkan oleh Parrot Security CIC sampai artikel ini ditulis Parrot OS telah sampai pada versi 4.9.1. Parrot OS juga menyediakan berbagai macam pilihan desktop environment mulai dari MATE, KDE, dan juga OVA.
Walaupun masih tergolong baru, distro Parrot OS tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak tools penetrasi dan testing telah dipasang secara otomatis pada distro ini. Jika kamu tertarik untuk memulai penetrasi dan testing maupun hacking distro ini bisa kamu coba sebagai alternatif pilihan Kali Linux.

Apabila sebelumnya ada distro Zorin OS yang tampilannya mirip dengan Windows, sedangkan distro Linux satu ini tampilannya mirip dengan Mac OS. Jika kamu ingin merasakan sensasi tampilan yang elegan layaknya Mac OS, maka distro Linux Elementary OS ini bisa kamu coba. Elementary OS juga ramah bagi pengguna baru karena menggunakan basis dari Ubuntu. Sampai artikel ini ditulis Elementary OS telah sampai pada versi 5.1 Hera.

Kurang lengkap rasanya jika tidak mencantumkan distro Linux buatan Indonesia. BlankOn merupakan salah satu distro Linux racikan anak bangsa yang bisa kamu coba. BlankOn juga pernah masuk ke dalam 100 besar Linux di dunia, jadi kualitas dari BlankOn tidak bisa dianggap remeh. Apabila kamu membutuhkan Linux untuk kegiatan computing untuk pendidikan atau perkantoran distro Linux BlankOn ini bisa menjadi pilihan.
Demikian 10 macam Linux yang bisa kamu coba. Sistem operasi Linux juga banyak digunakan oleh orang-orang yang bekerja di bidang IT termasuk para developer. Memiliki pemahaman mengenai Linux bisa menjadi nilai lebih bagi kamu yang bergerak di bidang IT. Selain itu bekali diri kamu juga dengan kemampuan yang dibutuhkan oleh industri. Ada banyak hal-hal baru di Dicoding, kamu bisa belajar dengan harga yang murah bahkan gratis.
Referensi : https://www.dicoding.com/blog/macam-macam-linux/
Assalamualaikum.... pada materi kali ini akan membahas tentang Linux, materi ini untuk 1 minggu kedepan sampai tanggal 20 januari 2021,
selamat belajar...
LINUX
Pengertian Linux adalah sistem operasi yang menggunakan kernel linux. Kernel sendiri adalah bagian terkecil dari sistem operasi yang bertugas untuk melakukan manajemen cpu, memori dan perangkat -perangkat tambahan lain. Linux adalah OS yang bersifat open source, yang berarti kode-kode sumber linux dapat digunakan, dimodifikasi dan didistribusikan secara bebas oleh siapapun. Lisensi linux yang berada dibawah naungan GNU pun Gratis, kita tidak perlu mengeluarkan biaya sedikit pun jika ingin menggunakannya.
Ini berbeda dengan OS Windows yang berbayar, karena untuk menggunakan sistem operasi windows secara Legal, biayanya hampir 2 juta pertahun. itu belum termasuk penggunaan microsoft office dan aplikasi lain seperti photoshop, corel dsb. Karena kodenya yang bersifat open source, banyak developer yang mengembangkan OS ini sehingga terciptalah berbagai macam distro linux yang banyak kita kenal selama ini, seperti misalnya linux Ubuntu, linux mint, Redhat dsb.
Setiap distro linux mempunyai karakteristik yang berbeda mulai dari tampilan, kerumitan penggunaan hingga tujuan penggunaannya. Apakah misalnya untuk programming, hacking, web security, server atau untuk menjalankan aplikasi umum sehari-hari.cikal bakal Linux adalah sistem operasi UNIX yang dikembangkan oleh Ken Thompson dan Dennis Ritchie pada tahun 1969. Ken dan Dennis ini juga merupakan penemu dari bahasa pemrograman C, yang mana menjadi dasar dari bahasa pemrograman tingkat tinggi.
Kode sumber UNIX dikembangkan menggunakan bahasa C sehingga mudah pemindahannya ke berbagai platform. Oleh karena itu UNIX mendapat respon dan perhatian yang besar.Dengan berkembangnya UNIX yang sangat cepat, akhirnya UNIX terpecah menjadi dua aliran yaitu yang dikembangkan oleh Universitas Berkley dan yang dikembangkan oleh AT&T.
Selain itu juga mengakibatkan banyak perusahaan yang ingin memegang kendali dalam bidang sistem operasi. Oleh karena itu ditetapkanlah spesifikasi standar UNIX oleh IEEE (The Institue of Electrical and Engineers) dengan mengemangkan Posix. Sejak saat itu muncul berbagai macam jenis UNIX, salah satunya yaitu Minix yang dikembangkan oleh A.S. Tanenbaum yang bertujuan untuk pendidikan.
Kemudian pada tahun 1984 mulai mengembangkan proyek GNU dengan membuat software, compiler, editor, textformatters, GUI, libraries, modules, dan masih banyak lagi. GNU didesain supaya kompatibel dengan sistem operasi yang sudah ada yaitu UNIX.
Pada tahun 1990 GNU telah berhasil membuat semua komponen yang diperlukan untuk mengnebangkan sebuah sistem operasi, yaitu compiler, libraries, aplikasi, user interfae. Tetapi ada satu yang belum selesai yaitu kernel yang merupakan inti dari sistem operasi.
Kemudian pada tahun 1991 Lunus Torvalds yang meruakan mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer dari Universitas Helsinki menulis sebuah kernel dengan menggunakan bahasa C dan diterjemahkan menggunakan GNU C Compiler. Linus Torvalds menjadikan kode sumber dari Minix untuk dijadikan referensi untuk mengembangkan sistem operasi baru yang kode sumbernya dapat diakses oleh siapa saja. Kemudian sistem operasi yang dikembangkan oleh Linus Torvalds ini dinamakan Linux. Awalnya Linus ingin memeberi nama Freax yang merupakan gabungan dari “free freak” dan X yang mengacu pada Unix.
Pada bulan September 1991 Linus mengunggah file yang dikembangkannya ke FTP server (ftp.funet.fi). Kemudian seorang relawan administrator FTP yaitu Ari Lemmke berfikir bahwa nama Freax kurang bagus untuk dijadikan nama kernel. Lalu ia mengubh nama kernel dengan nama Linux tanpa persetujuan Linus. Dalam mengembangkan Linux, Linus menggunakan tools dari Free Foundation Software dan program-program yang berlisensi GNU GPL(lisensi untuk software bebas dan gratis). Dan dari sinilah lahir Linux versi 0.01. Linux versi ini belum dapat disebut sebagai sistem operasi secara utuh. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus Torvalds kode sumber Linux yang menjadi versi Linux resmi pertama yang dikenalkan ke publik, yaitu Linux versi 0.02 dibawah lisensi GNU GPL. Saat merilis versi ini Linus menuliskan dalam dokumentasinya bahwa Linux memerlukan software yang disediakan oleh GNU supaya dapat menggunakan Linux seutuhnya.
Kemudian pada tahun 1996 Linus Torvalds mengumumkan logo atau maskot dari Linux yaitu seekor Pinguin yang diberi nama Tux.
Linus memilih hewan pinguin karena dia pernah mengalami pengalaman buruk yaitu digigt oleh seekor pinguin di kebun binatang Australia.
Dalam pemilihan logo pinguin, Linus mengadakan sebuah kontes untuk mendesain logo Linux. Kontes ini dimenangkan oleh Larry Ewing dengan desain gambar pinguin sedang duduk bernama Tux. Kata Tux mengacu pada Torvalds Unix yang berarti tuxedo
Pada Perkuliahan Kali ini Senin, 4 Januari 2021 akan mereview Project akhir yang akan dinilai pada akhir januari 2021
Klik dibawah ini untuk melaporkan progres Project Akhir dan
mengisi Absensi Senin, 4 Januari 2021
pada hari ini Senin, 4 Januari 2020 Kita akan membahas materi tentang Pemeliharaan Perangkat Lunak
Pemeliharaan Perangkat Lunak
Mengapa Pemeliharaan Perlu di Lakukan ?
Pemeliharaan mesti dilakukan untuk memastikan bahwa perangkat lunak terus memenuhi persyaratan yang diinginkan oleh pengguna. Pemeliharaan berlaku untuk semua perangkat lunak yang dikembangkan menggunakan model siklus hidup perangkat lunak apa pun. Produk perangkat lunak mengalami perubahan karena tindakan perangkat lunak korektif dan nonkorektif termasuk adanya dinamika dalam teknologi dan organisasi.
Pemeliharaan secara terus menerus dilakukan untuk hal-hal berikut ini:
Definisi Pemeliharaan Software
Pemeliharaan Software adalah proses umum pengubahan/pengembangan perangkat lunak setelah diserahkan ke konsumen. Perubahan mungkin berupa perubahan sederhana untuk membetulkan error koding atau perubahan yg lebih ekstensif untuk membetulkan error perancangan/perbaikan signifikan untuk membetulkan error spesifikasi/akomodasi persyaratan baru.
Lingkup Pemeliharaan
Aktifitas pemeliharaan antara lain :
Aktifitas Penambahan perbaikan produk perangkat lunak :
Adaptasi produk dengan lingkungan operasional yang baru:
Pembetulan permasalahan yang timbul :
pembenaran kesalahan yang timbul setelah produk perangkat lunak dipergunakan oleh user Biasanya 70 % dari seluruh biaya pengembangan adalah untuk pemeliharaan. Dari seluruh biaya pemeliharaan, 60 % digunakan untuk anggaran penambahan atau perbaikan perangkat lunak, sisanya untuk adaptasi atau pembentulan.
Jenis Pemeliharaan Perangkat lunak
Pemeliharaan perangkat lunak dibedakan :
1. Corrective Maintenance
Pemeliharaan ini untuk merespon terjadinya kesalahan-kesalahan saat produk dioperasikan baik berupa bug atupun berupa output yang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna.
2. Adaptive Maintenance
Pemeliharaan ini untuk merespon perubahan yang terjadi pada lingkungan yang mempengaruhi perangkat lunak tersebut (seperti perangkat keras, sistem operasi, prosedur bisnis, kebijakan, dll).
3. Perfective maintenance
Pemeliharaan ini untuk merespon permintaan tambahan berupa fungsi-fungsi baru yang muncul setelah pengguna melakukan uji coba perangkat lunak tersebut.
4. Preventif maintenance
Pemeliharaan ini dilakuan untuk melakukan reengineering terhadap perangkat lunak agar lebih mudah diperbaiki, memiliki tingkat adaptasi yang tinggi dan mudah mengakomodasi munculnya kebutuhan baru.
Karakteristik perangkat lunak yang mudah dalam pemeliharaan :
• Perangkat lunak dikerjakan per modul
• Perangkat lunak mempunyai kejelasan
• Dokumentasi internal yang baik dan jelas
• Dilengkapi dokumen-dokumen pendukung lainnya
Pemeliharaan juga mempengaruhi dokumen pendukung seperti :
• dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak
• dokumen rancangan
• dokumen rencana pengujian
• prinsip pengoperasian
• petunjuk pemakaian
Manfaat pemeliharaan perangkat lunak
• Memastikan kesesuaian dengan kebutuhan fungsionalitas teknis software.
• Memastikan kesesuaian kebutuhan pihak manajerial mengenai jadwal dan budget.
• Dapat meningkatkan efisiensi software berikut juga aktifitas pemeliharaannya.
Siklus Hidup Pemeliharaan Sistem (SMLC)
Tahapan SMLC :
Memahami Permintaan Pemeliharaan
· Mentransformasi permintaan pemeliharaan menjadi pengubahan
· Menspesifikasi perubahan
· Mengembangkan perubahan
· Menguji perubahan
· Melatih pengguna dan melakukan test penerimaan
· Pengkonversian dan meluncurkan operasi
· Mengupdate Dokumen
· Melakukan pemeriksaan Pasca implementasi
Maintainability (Kemampuan pemeliharaan sistem)
Prosedur untuk peningkatan maintainability :
Tiga pendekatan untuk menyusun Pemeliharaan sistem :
Ada 5 CASE Tools yang membantu pemeliharaan sistem dari sistem lama dan membantu memecahkan kemacetan timbunan sistem baru yang belum dikerjakan :
a. Rekayasa Maju (Forward engineering)
b. Rekayasa Mundur (Reverse engineering)
c. Rekayasa Ulang (Reengineering)
d. Restrukturisasi (restrukturing)
e. Sistem Pakar Pemeliharaan (Maintenance expert system)
Mengelola Pemeliharaan Sistem
Dalam mengelola pemeliharaan sistem baik itu rekayasa maju, mundue, ulang dan restrukturisasi terdapat beberapa tahapan yang harus diperhatikan. Tahapan pengelolaan terhadap pemeliharaan sistem (perangkat lunak), meliputi:
a. Menetapkan Kegiatan Pemeliharaan Sistem
b. Mengawali dan merekam kegiatan pemeliharaan sistem tidak terjadwal (Form Maintenance Work Order : Pekerjaan yang diperlukan/dilakukan, waktu yang diperkirakan dibandingkan dengan waktu yang sebenarnya, kode pemeliharaan, biaya pemeliharaan)
c. Menggunakan sistem perangkat lunak helpdesk
d. Mengevaluasi aktivitas pemeliharaan sistem
e. Mengoptimalkan program pemeliharaan sistem
Sedangkan Resiko CMS yang harus dihindari, antara lain:
a. Kekurangan inventaris program perangkat lunak yang akurat dan sumber-sumber sistem informasi lainnya.
b. Ketidak lengkapan sejarah perubahan program
c. Modul-modul program perangkat lunak terduplikasi
d. Perubahan program perangkat lunak yang tidak sah
e. Kekurangan dokumentasi yang jelas, komprehensif dan terbaru
f. Rendahnya kualitas dan reabilitas perangkat lunak
Klik dibawah ini untuk mengisi absensi
perkuliahan hari ini
Senin, 4 Januari 2021
Senin, 28 Desember 2020
Klik (E-ABSENSI) dibawah ini untuk mengisi Absen dan Review Materi "PERANGKAT LUNAK ANALISIS DAN TOOL DESAIN"
Pada praktikum kali ini Senin, 28 Desember 2020 akan membahas kelanjutan materi dari Views and ViewGrup :
Setelah melakukan praktik hasilnya bisa di save dalam format *APK dan diinstal kedalam HP masing-masing.
Silahkan Klik dibawah ini untuk upload hasil Praktek Ahad, 27 Desember 2020
Assalamualaikum..
Anak-anak / siswa dan siswi SMK NU Al Hidayah yang saya saya ngi dan saya banggakan.
pada hari ini : Rabu, 18 November 2020 saya memberikan tuga untuk mengerjakan soal-soal dibawah ini.
Assalamualaikum..Wr.Wb.
Anak-anak / siswa dan siswi SMK NU Al Hidayah yang saya saya ngi dan saya banggakan.
pada hari ini : Rabu, 18 November 2020 saya memberikan tuga untuk mengerjakan soal-soal dibawah ini.
Selamat pagi para bloger sejati, terkhusus siswa dan siswi semua, kali ini kita akan belajar tentang bandwidth. yuk kita kepoin...
Mengatur bandwidth itu mudah, bukan cuma membatasi speed dan user (pengguna), kamu juga bisa mengelola berdasarkan jam di waktu-waktu tertentu. Saya mau sharing pengalaman yang mungkin bisa bermanfaat untuk sebagian diantara kamu. Sekarang ini banyak temen-temen saya yang usahanya alhamdulillah berkembang, punya komunitas, punya small home office, dan semacamnya. Barangkali ada diantara kamu yang mumet gimana caranya membagi bandwidth ke semua orang supaya koneksi internet tetap lancar dan stabil.
Masalah Umum Terkait Bandwidth
Dulu Sintesa start dengan 9 orang santri. Kalau masing-masing santri pakai 2 devices (1 laptop dan 1 HP), berarti ada 18 devices yang terkoneksi. Kondisi ini masih bisa dihandle pakai modem bawaannya Telkom. Juga masih memungkinkan untuk dikasih instruksi “Dilarang download selain untuk kebutuhan belajar bersama”. Tapi, masalah mulai muncul ketika jumlah santri udah lebih dari 30 orang, minimal ada 60 devices yang butuh koneksi. Beberapa problems yang cukup bikin cenut-cenut diantaranya:
-Koneksi jadi ngga stabil.
-Udah ngga bisa kasih peraturan dilarang download. Users sebanyak itu ada aja yang nakal.
-Speed 100Mbps jadi seperti sia-sia.
-Kontrol aktivitas ngga bisa dilakukan. Pernah ketahuan ada santri yang suka nonton porno, sedih.
-Dll
Meski udah pasang 100Mbps, tetep aja berhadapan dengan banyak problems yang cukup menghambat aktifitas. Bayar internet mahal dengan harapan bisa maksimal, tapi ekspektasi masih jauh dari realiti. Emang harus dikontrol dari akarnya. Mendadak saya jadi curious gimana cara kampus mengelola bandwidth mereka, gimana hotel, tempat publik, sekolah, perusahaan, dll. Pasti ada rahasianya, dan saya pengen bisa begitu juga. Setelah searching, banyak orang yang pakai Mikrotik untuk mengatur, membatasi, dan mengelola bandwidth. Akhirnya beli Mikrotik, ngikut apa kata banyak orang, meski agak bingung karena varian produknya banyak banget. Dan ujungnya, alat ini ngga terpakai maksimal, karena ngga friendly untuk amatir (seperti saya).
Meski ada aja santri yang pengalaman di instalasi jaringan, saya mikirnya ngga pendek begitu. Mikir buat ke depannya biar ngga bergantung terus sama yang paham. Jadi kalau ada apa-apa bisa dihandle sama orang yang amatiran seperti saya atau staf guru lainnya.
Belajar Setting Bandwidth
Produk yang saya beli adalah Unifi AP-LR. Tanpa ba-bi-bu langsung coba setup sesuai petunjuk yang ada di buku manual, gagal. Coba nonton YouTube, bingung. Tapi ya tetep saya searching buat nambah wawasan tentang Unifi ini. Beberapa hari kemudian saya baru ngerti bahwa Unifi ini ngga seperti Access Point pada umumnya. Dia lebih smart, jadi setupnya juga butuh beberapa steps. Dia butuh server di salah satu komputer yang disebut Unifi Controller. Belajar saya berhenti karena waktu itu lagi banyak urusan, akhirnya Unifi ini nganggur, numpuk di barang-barang yang jarang dipakai. Sampai beberapa bulan setelahnya, Sintesa mau ada hajat acara yang lumayan banyak peserta. Momen itu yang akhirnya memaksa saya pelajari lagi gimana cara setup Unifi. Alhamdulillah akhirnya berhasil. Meski waktu itu yang dipakai cuma kemampuan basicnya; memancarkan sinyal Wifi. Saat pertama kali saya coba, ada satu yang bikin saya wow banget; Unifi bisa handle koneksi untuk 50 devices sekaligus dan stabil! Ajaib banget sih buat saya. Seenggaknya saya merasa selangkah lebih maju dari sebelumnya. Di iklannya memang ada tulisan up to 100 clients, tapi saya sendiri antara yakin dan ngga yakin baca keterangan itu. Semakin amazing lagi setelah coba dites bisa sampai 80 lebih devices terkoneksi dan tetap stabil.
Selamat Pagi anak-anak, pada pembahasan kali ini kita akan belajar tentang Bandwith
Apa Itu Bandwidth Internet?
Bandwidth adalah kapasitas yang dapat digunakan pada kabel ethernet agar dapat dilewati trafik paket data dengan maksimal tertentu. Pengertian lain dari bandwidth internet adalah jumlah konsumsi transfer data yang dihitung dalam satuan waktu bit per second (bps).
Jadi bandwidth internet merupakan kapasitas maksimal jalur komunikasi untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan data dalam hitungan detik.
Terdapat juga istilah Bandwith Analog. Bandwidth Analog adalah perbedaan antara frekuensi paling rendah dan frekuensi paling tinggi pada suatu rentang frekuensi yang dapat diukur dengan satuan Hertz (Hz) untuk mengetahui data atau informasi yang dapat ditransmisikan pada suatu waktu.
Bandwidth sering dianalogikan dengan lebar jalan raya. Sedangkan data yang masuk melewati bandwidth diibaratkan kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Semakin sedikit kendaraan yang lewat maka lalu lintas akan semakin lancar. Kebalikannya, jika kendaraan yang lewat banyak maka lalu lintas di jalan tersebut akan tersendat sehingga akan mempengaruhi aktivitas kendaraan lain.
Semakin besar jalan (bandwidth) maka akan semakin banyak pula kendaraan yang dapat melaluinya. Maka tidak salah jika bandwidth menjadi pertimbangan pengguna jaringan internet. Dikarenakan semakin besar bandwidth maka semakin cepat pertukaran data yang terjadi dan semakin banyak data yang dapat melaluinya dalam satu waktu.
Fungsi Bandwidth
Jika dibagi kembali ada beberapa fungsi yang berhubungan dengan bandwidth berdasarkan perannya dalam jaringan internet. Apa itu fungsi bandwidth? Berikut ini adalah beberapa fungsi bandwidth yang dibagi berdasarkan penggunaannya.
1. Ukuran Media Pengiriman Data
Fungsi bandwidth yang pertama adalah sebagai ukuran media atau jalur pengiriman data yang dimiliki oleh suatu komputer atau jaringan tertentu. Fungsi ini hampir berlaku di semua tempat yang memiliki jaringan komputer.
Bandwidth sangat berguna apalagi jika berhubungan dengan distribusi jaringan. Ukuran bandwidth umumnya digunakan sebagai patokan pengguna untuk memilih provider atau penyedia layanan yang berhubungan dengan koneksi internet. Semakin besar bandwidth yang ditawarkan, maka terlihat semakin baik pula layanan yang diberikan.
2. Membagi Kecepatan Transfer Data
Fungsi lain bandwidth adalah sebagai pembagi kecepatan transfer data. Sehingga kecepatan yang dimiliki dapat didistribusikan secara adil ke seluruh pengguna. Pembagian ini juga untuk membatasi agar antar pengguna tidak saling berebut bandwidth.
Jika tidak dibagi maka bisa jadi seluruh bandwidth yang dialokasikan ke jaringan tersebut hanya dipakai oleh satu pengguna saja dan pengguna lain tidak mendapatkan. Misalnya pada saat mengunduh file dari internet yang sangat besar.
Pada saat melakukan proses mengunduh maka akan terjadi permintaan data yang cukup besar dan tentu saja itu akan membanjiri bandwidth pada jaringan. Jika tidak dibatasi, maka koneksi pengguna lain akan lambat atau bahkan tidak dapat terkoneksi sama sekali. Apalagi yang melakukan pengunduhan menggunakan ‘download manager’ tertentu.
3. Mengatur Besar Data yang Ditransfer
Administrator jaringan terkadang melakukan pembatasan besar data yang dapat diakses atau diunduh dari internet. Hal ini bertujuan untuk mengurangi trafik yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Trafik yang tinggi dalam jangka waktu yang lama juga dapat mengganggu stabilitas jaringan karena mempengaruhi kapasitas bandwidth yang tersedia.
Itulah fungsi-fungsi bandwidth yang sedikit banyak bisa memberikan gambaran umum untuk memahami bandwidth. Meskipun sebenarnya bandwidth adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan kapasitas besarnya kabel ethernet atau besarnya jaringan.
Contoh Bandwidth Pada Komputer
Yang dimaksud bandwidth dalam jaringan komputer adalah kecepatan suatu jaringan melakukan transfer data yang dihitung per detik. Pengukuran kecepatan dalam bits per second. Sebagai contoh apabila kita menggunakan koneksi Local Area Network (LAN), maka kecepatan transfer datanya mencapai 100 mbps. Semakin besar bandwidth sebuah jaringan semakin cepat pula data yang ditransfer.
Bandwidth pada komputer memiliki 2 jenis yaitu:
1. Badwidth Digital
Satuan hitung dari data yang ditransfer dalam bit per second dalam sebuah jaringan yang dapat dikirimkan melalui suatu saluran komunikasi tanpa hambatan. Bandwidth ini mengirimkan informasi secara digital, baik melalui saluran kabel atau tanpa menggunakan kabel (nirkabel).
2. Bandwidth Analog
Fungsinya sama seperti bandwidth digital, yang membedakan adalah satuan hitungnya menggunakan Hertz.